Workshop Implementasi Kewirausahaan melalui Mata Pelajaran Kejuruan dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
Bantul, Pada Rabu, 09 Oktober 2024 pukul 12.30 s.d 15.30 WIB di Sultan Agung Meeting room SMKN 1 Pleret dilaksanakan kegiatan Workshop Implementasi Kewirausahaan melalui Mata Pelajaran Kejuruan dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial yang diikuti oleh Guru Kejuruan dan IPAS SMKN 1 Pleret dengan agenda Workshop implementasi kewirausahaan melalui mata pelajaran kejuruan dan ilmu pengetahuan alam dan sosial.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala SMKN 1 Pleret Bapak Elyas S.Pd., M.Eng. dan paparan tentang implementasi kewirausahaan melalui mata pelajaran kejuruan dan ilmu pengetahuan alam dan sosial. Beliau menyampaikan bahwa Indonesia memiliki angka pengangguran nomor 2 di ASEAN.
Isu strategis kewirausahaan nasional:
- Indonesia memiliki pandangan dan motivasi yang kuat dalam berwirausaha, namun implementasi wirausaha baru masih rendah
- Wirausaha di Indonesia cenderung bersifat necessity entrepreneurs
- Perizinan usaha masih belum mudah dan terintegrasi
- Masih kurangnya ketersediaan dan akses untuk sistem penunjang usaha
- Kurangnya akses informasi dan pengembangan usaha
Pilar ekosistem kewirausahaan
- Kebijakan
- Penunjang
- Pasar
- Pembiayaan
- Kebudayaan
- Sumber daya manusia
- Pendidikan
Industri kreatif menjadi salah satu sektor unggulan di kabupaten Bantul selain pertanian dan pariwisata. Sektor kerajinan tumbuh sangat pesat dengan produk yang menjadi komoditas lokal maupun ekspor. Bantul memiliki beragam industri seperti industri kerajinan sebanyak 70% produk kerajinan di DIY berasal dari kabupaten Bantul. Sehingga industri kreatif ditetapkan sebagai prioritas dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) SMK menurut undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2023 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 18 dijelaskan bahwa Pendidikan kejuruan merupakan Pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja pada bidang tertentu. Untuk keterserapan lulusan SMKN 1 Pleret berdasarkan hasil tracer study, masih banyak siswa yang bekerja tidak sesuai dengan keahlian dan gaji yang mereka peroleh kebanyakan di dibawah UMP jogja, Karena permasalahan tersebut maka sekolah membekali dengan mata pelajaran kewirausahaan.
Aksi nyata penguatan kewirausahaan melalui mata pelajaran kejuruan dan IPAS
berupa:
- Integrasi materi kewirausahaan ke dalam mata pelajaran kejuruan dan IPAS. Mengintegrasikan konsep kewirausahaan ke dalam setiap mata pelajaran kejuruan dan projek IPAS, sehingga siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis tetapi juga memahami cara mengaplikasikan keterampilan tersebut ke dalam konteks bisnis
- Projek kreatif dan kewirausahaan. Melibatkan siswa dalam projek nyata yang menggabungkan keahlian kejuruan dengan peluang bisnis. Projek ini bisa berupa pengembangan produk atau layanan yang terkait dengan keahlian mereka.
- Pengembangan inkubator bisnis di sekolah. Mendirikan inkubator bisnis yang mendukung siswa dalam mengembangkan ide bisnis mereka, mulai dari tahap konsep hingga peluncuran produk atau layanan. Incubator ini juga dapat menyediakan akses ke mentor dari dunia industri dan peluang jaringan bisnis
- Kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Membuat kemitraan dengan perusahaan lokal dan industri untuk memberikan siswa pengalaman langsung tentang bagaimana bisnis dijalankan. Kolaborasi ini berupa program magang, kunjungan industri atau proyek Bersama yang berorientasi pada hasil.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Merajut Kebersamaan dalam Perjusa Wajib Kelas X di SMKN 1 Pleret
Bantul, Semangat kepramukaan kembali berkobar di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pleret. Pada tanggal 14 hingga 15 November 2025, Gugusdepan SMKN 1 Pleret sukses me
SMK Negeri 1 Pleret Gelar Desiminasi Diklat Pembelajaran Mendalam: Perkuat Inovasi Pendidikan Sekolah
Bantul, 7 November 2025 – Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan inovasi pembelajaran, SMK Negeri 1 Pleret menyelenggarakan kegiatan Desiminasi dan Tindak
"Polisi Ketarunaan"
Oleh : ElyasSMKN 1 Pleret Together Creating Trust Satu lagi lahir kegiatan murid di SMK Negeri 1 Pleret yang diberi nama dengan polisi ketarunaan. Apa itu polisi ketarunaan?? Mengapa p
Resepsionis Ada di Pleret
Oleh : ElyasSMKN 1 Pleret (Skaonet)Together Creating Trust Alhamdulillah akhirnya impian mempunyai meja resepsionis beserta sarana prasarananya terwujud di SMK Negeri 1 Pleret setelah
Peran Keluarga dalam Mencetak Generasi Hebat: SMK N 1 Pleret Gelar Sosialisasi 7 KAIH
Bantul, 11 November 2025 – SMK Negeri 1 Pleret menunjukkan keseriusannya dalam membentuk karakter siswa yang holistik dengan menyelenggarakan kegiatan Parenting dan Sosialisasi 7
Meneladani Semangat Juang: SMK Negeri 1 Pleret Gelar Upacara Hari Pahlawan Bersama Koramil Pleret
Bantul, 10 November 2025 – Seluruh komponen akademik dan non-akademik di SMK Negeri 1 Pleret menggelar upacara bendera yang khidmat dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 Nove
Dharma Wanita SMK N 1 Pleret Gelar Ramah Tamah dan Sarasehan: Keluargaku adalah Pahlawanku
Bantul, 8 November 2025 – Keluarga besar SMK Negeri 1 Pleret mempererat tali silaturahmi melalui acara Ramah Tamah dan Sarasehan yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita SMK Negeri
Berjalan Lancar, SMKN 1 Pleret Sukses Gelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 Secara Daring
Bantul – SMK Negeri 1 Pleret telah sukses menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk siswa-siswi Kelas 12. Asesmen terstandar yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendid
Peningkatan Kompetensi Guru Kejuruan SMK Negeri 1 Pleret: Melangkah Menuju Pembelajaran Berbasis Dunia KerjaPeningkatan Kompetensi Guru Kejuruan SMK Negeri 1 Pleret: Melangkah Menuju Pembelajaran Berbasis Dunia Kerja
Bantul, 4 November 2025 – SMK Negeri 1 Pleret menunjukkan komitmen kuatnya dalam mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di era industri dengan menyelenggarakan kegiatan In House
Membangun Generasi Unggul: SMKN 1 Pleret Wujudkan 7 KAIH dalam Kegiatan Kokurikuler!
Bantul, 03 November 2025 – Pendidikan di sekolah kejuruan tidak hanya berkutat pada penguasaan keterampilan teknis. Lebih dari itu, penanaman karakter dan nilai-nilai luhur m